Home / berita umum / Beberapa Ratus Nyawa Melayang Karena Musibah Tsunami

Beberapa Ratus Nyawa Melayang Karena Musibah Tsunami

Beberapa Ratus Nyawa Melayang Karena Musibah Tsunami – Tsunami memporak-porandakan pesisir Banten serta Lampung. Beberapa bangunan baik hotel sampai rumah jatuh diterjang tsunami. Beberapa ratus nyawa melayang-layang karena musibah itu.

Tsunami yg berlangsung pada Sabtu (22/12) malam itu diyakinkan sebab erupsi yg membawa dampak guguran dari Gunung Anak Krakatau. Tinggi gelombang diprediksikan sampai 3 mtr..

Salah seseorang penduduk Boyolali, Jateng, Didik Fauzi Dahlan, menceritakan begitu mencekamnya waktu tsunami menggulung dianya sendiri. Didik waktu peristiwa ada di Tanjung Lesung, ikuti acara gathering PLN.

Mungkin saya kelempar kurang lebih ada 500-an mtr.. Yg saya ingat saya melalui tiga pohon. Sebab satu pohon pegangan kelempar kembali, pohon ke dua pegangan (terus) kelempar kembali. (Pohon) Ke-3 baru berhenti disana serta itu udah di atap bangunan. Atap bangunan turun saya turut turun,” kata Didik, waktu dijumpai di Boyolali, Senin (24/12/2018).

Ia selanjutnya berenang diantara puing pohon serta puing bangunan, buat mencari anak serta istrinya. 4x ia berenang berputar, mendadak ia dengar nada anaknya pertamanya, Narina.

“Ayah-ayah. Senantiasa saya mengambil serta saya bawa serta berenang ke tepi,” katanya.

Istri serta anaknya baru diketemukan pada keesokannya dalam keadaan wafat. Sugih, wisatawan Pulau Sangiang, Banten, ikut menceritakan begitu mengerikannya waktu tsunami. Bagaimana tdk takut, urutan pulau itu ada di tengahnya Sunda.

Waktu itu ia dengar teriakan penduduk yg memerintahnya lari. Ia juga lari ke atas bukit sebab gelombang tinggi menghampirinya.

Pohon kelapa yg berjejer ditepi pantai rata dengan tanah. Ia mengasumsikan, ombaknya setinggi pohon kelapa atau seputar 5-7 mtr..

“Yg samping barat itu hancur, pohon-pohon tidak ada bekas, penginapan ikut hancur,” papar Sugih.

Satu diantaranya kru perabotan panggung sound sistim Band Seventeen, Dedi Hadi Saputra (77) ikut menceritakan waktu tsunami menerjangnya. Dedi bercerita keganasan ombak besar yg menerpa panggung waktu band Seventeen tengah membawakan lagu kedua-duanya. Kata Dedi, ombak itu setinggi 5 mtr. menghajar panggung band Seventen.

“Panggung mulai main standby, satu lagu serta dua lagu, air menggemuruh. Samping sana (kiri panggung) lari serta langsung lari ada air. Lari kemana ombak langsung menerpa sekaligus juga seputar 5 mtr. atas panggung,” papar Dedi waktu dijumpai di Tanjung Lesung.

Dedi tetap ingat benar bagaimana tubuhnya tergulung obak tsunami. Ia menyampaikan, kalau tidak ada musibah tsunami selayaknya ia mesti menopang panggung lainnya di Bekasi pada Rabu (26/12) lain waktu.

Band Seventen kehilangan bassist serta gitaris, adalah Bani serta Herman. Jenazah kedua-duanya udah diketemukan. Sedang Ifan, sang penyanyi, selamat. Bani akan disemayamkan di kampung halamannya di Sleman, Yogyakarta, sedang Herman akan disemayamkan di Ternate.

About admin