Home / berita umum / Diduga Mau Melahirkan Seorang Ibu Hamil Dibantu Warga Seberangi Sungai Guna Ke Puskesmas

Diduga Mau Melahirkan Seorang Ibu Hamil Dibantu Warga Seberangi Sungai Guna Ke Puskesmas

Diduga Mau Melahirkan Seorang Ibu Hamil Dibantu Warga Seberangi Sungai Guna Ke Puskesmas – Saluran Sungai Lowo Sesa, Nusa Tenggara Timur (NTT) hari itu demikian deras. Tetapi Yasinta Wea sangat terpaksa menerjang arus lantaran mesti mengontrolnya kehamilannya ke Puskesmas Boawae.

Dibantu penduduk serta petugas medis, wanita asal Desa Alorawae, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo bertarung menantang kencangnya arus sungai. Untung janinnya berumur sembilan bulan gak alami problem apa pun.

Jarak rumah Yasinta serta puskesmas kira-kira 20 km.. Perbuatan heroik itu sangat terpaksa ia melakukan lantaran di kampung mereka belumlah ada jembatan yg menghubungkan Desa Alorawae serta Kecamatan Boawae. Jalan pilihan pun tidak ada.

Kepala UPTD Puskesmas Boawae, Wilfrida Daeni, menceritakan, keadaan ini memang sangat terpaksa dikerjakan penduduk yg mau mendapat perawatan ke puskesmas. Mereka mesti melawan maut kala arus sungai deras pada musim penghujan.

“Petugas medis serta warga Desa Alorawe mengantarkan ibu hamil ke Puskesmas buat melahirkan itu seputar jam 11.00 Wita. Ini sangat terpaksa lantaran umur kehamilan ibu Yasinta udah sembilan bulan serta siap buat melahirkan,” tuturnya, Rabu (13/2).

“Sungai Lowo Sesa hampir tiap-tiap tahun pastinya banjir, hingga penduduk bila akan ke Boawae serta seputarnya alami susah. Ditambah lagi bila ada pasien darurat, kita mesti kerja tambahan serta bertaruh nyawa hadapi keadaan itu,” kata Wilfrida.

Diceritakan Doni, penduduk mengantarkan Yasinta, kala membawa ibu hamil itu arus sungai begitu deras. Mereka begitu waspada supaya proses melintas lancar tiada masalah.

Menurut Doni, penduduk beda di kampungnya harus juga menantang keadaan sama dengan Yasinta. Bila arus sungai tengah gak berteman, penduduk hendak memutuskan tdk jadi melancong.

“Bila musim hujan pastinya banjir serta arusnya cukuplah deras. Namun terkadang penduduk nekad pun buat melancong,” kata Doni.

Ia mengharap ada perhatian dari pemerintah. Karena penduduk perlu infrastruktur serta transportasi supaya mobilitas mereka lebih lancar serta gak terancam bahaya.

“Kami memohon pemerintah daerah buat lekas bangun jembatan penghubung, hingga penduduk tdk takut buat melancong, dan transportasi antar penduduk di lokasi itu dapat berjalan mulus,” tutur Doni mengharap.

About admin