Home / Uncategorized / Dikarnakan Kemarau Panjang WArga Berharap Adanya Bantuan Datang

Dikarnakan Kemarau Panjang WArga Berharap Adanya Bantuan Datang

Dikarnakan Kemarau Panjang WArga Berharap Adanya Bantuan Datang – Krisis air bersih di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada dasarian ke dua September ini menerpa 18 desa serta tiga kelurahan di 14 kecamatan. Beberapa salah satunya terdapat di pegunungan tandus yg akses jalannya menanjak terjal serta ada di lokasi terpencil.

Itu pemicunya, petugas Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sering susah mencapai wilayah-wilayah ini. Kadang waktu, mereka baru tiba di area krisis air bersih saat malam hari dikarenakan sulitnya medan, serta jumlah desa yg memohon dukungan air bersih.

” Hingga waktu ini, telah menggapai lebih kurang 2. 017 tangki. Itu memanglah ada daerah yg jangkauannya susah, ” kata Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banyumas, Kusworo, Selasa, 12 September 2017.

Sukaduka jadi petugas pengirim dukungan air bersih telah dimengerti benar oleh banyak petugas. Buat mengemban amanah itu, mereka berjibaku, kadang waktu hingga bertaruh nyawa.

Kusworo ceritakan pada pekan akhir selanjutnya, TRC mengantar dukungan air bersih ke Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati. Desa itu terdapat di perbukitan dengan jalanan yg menanjak terjal.

” Itu tangkinya pernah mundur serta masuk ke Kebun Jati. Untungnya tiada korban jiwa, ” tangkisnya.

Tdk cuma medan terjal, kerap kali BPBD juga susah mendapatkan akses air yg jaraknya relatif dekat. Pasalnya, tidak segala daerah punya instalasi PDAM atau layanan air bersih yg telah penuhi baku. Apabila mengantar air bersih dari PDAM Banyumas, jarak tempuh menggapai lebih dari 70 km..

” Kita mencari sumber air bersih paling dekat juga. Seandainya mesti bolak-balik ke Purwokerto, makan tenaga, ongkos, saat juga. Seandainya Cilongok, itu kita gunakan sisa sumur minyak Pertamina. Itu airnya begitu bagus, ” Kusworo memaparkan.

Dia memanggil, salah satunya daerah yg jauh dari sumber air bersih merupakan Kecamatan Lumbir. Daerah ini, kata Kusworo, berjarak 60 km. dari Purwokerto. Ditambah masuk ke pedesaan, jadi jaraknya lebih dari 80 km..

Kusworo memaparkan, pada 2017 ini, BPBD Banyumas sedia kan persediaan air bersih sampai 2. 000 tangki kemampuan 5. 000 liter. Menilik krisis air 2015 selanjutnya, 54 desa alami krisis air bersih pada puncak kemarau. Pada th. ini, puncak kemarau diperhitungkan berlangsung pada Oktober 2017.

” Di puncak kemarau, satu desa dapat dikirimi air bersih hingga dua atau 3x. Itu kadangkala belum pula cukup. Oleh karena itu, mencari sumber air bersih yg dekat juga kita biar tdk menggunakan saat lama di perjalanan, ” papar dia.

Dia mengimbuhkan, tidak cuman dukungan air bersih BPBD yg bersumber dari Aturan Pendapatan serta Berbelanja Daerah (APBD) Banyumas 2017, beberapa instansi pemerintahan, BUMN, komunitas swasta, sampai perseorangan, juga ikut menunjang pengadaan air bersih.

About admin