Home / berita umum / Penghargaan Di Berikan Karena Cepat Tanggap Dalam Pelayanan

Penghargaan Di Berikan Karena Cepat Tanggap Dalam Pelayanan

Penghargaan Di Berikan Karena Cepat Tanggap Dalam Pelayanan – Aiptu Almunir (57) di beri penghargaan oleh Kapolda DIY atas perbuatannya melumpuhkan Suliono (23) , aktor penyerangan umat Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog, Sleman. Brigadir Polsek Gamping itu diapresiasi dikarenakan sanggup ambil perbuatan terarah di dalam kondisi yang mengintimidasi nyawanya sendiri.

” Aksi Aiptu Munir terarah, saya sangka perbuatannya fantastis, kecepatan, datang ke TKP, melumpuhkan tersangka. Ini dia perbuatan diskresi seseorang anggota Polri persis dijalankan di lapangan, dalam keadaan terjepit sanggup punya sikap tenang, apa yang penting dijalankan nyata-nyata dilakukan, ” kata Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dofiri pada jajarannya, dalam apel penyerahan penghargaan polisi berprestasi, di halaman Mapolda DIY, Jalan Ring Road Utara, Sleman, Rabu (14/2/2018) .

Dofiri menjelaskan, dalam tempat terancam nyawanya dikarenakan terserang oleh aktor, Munir tdk selanjutnya berikan tembakan mematikan. Tapi terlebih dulu tembakan peringatan, disusul tembakan melumpuhkan ke dua kaki Suliono.

Apabila Munir menembak mati aktor, lanjutnya, jadi dapat dipikirkan dapat tampil beraneka persepsi dari umum serta sama-sama hujat di medsos pastinya bakal gencar.

” Tempo hari saja (aktor dilumpuhkan dalam keadaan hidup) banyak anggapan di medsos. Namun dikarenakan aktor masih tetap hidup, mengapa mesti menganalisis, kelak tunggulah kesaksian dari aktor. Kembali pentingnya polisi pada orang jahat meski, dilumpuhkan supaya dapat dimintai info, ” ujarnya.

Kapolda menyematkan pin serta memberikannya penghargaan pada Munir bersama-sama tiga anggota polisi beda yang ikut ikut serta diawal sistem penangkapan Suliono. Ketiganya ialah Aiptu Prastyanto Julnaidi serta Brigadir Erwin Riza, keduanya anggota Polsek Gamping, serta Iptu Pujiono, Kasiwas Polres Sleman.

” (Munir) Pensiun satu tahun kembali, pangkat Aiptu, postur tdk tegap-tegap benar-benar, bersama-sama Iptu Pujiono, Aiptu Pras serta Brigadir Erwin, sebagai bentuk perbuatan anggota yang fantastis, ” tuturnya.

Munir di beri peluang Dofiri buat maju serta memberikan apa usaha yang dijalankannya pada peserta apel.

” Saya berpikir menembak kaki dikarenakan pingin melumpuhkan, bukan hanya mematikan. Terima kasih Ayah Kapolda atas penghargaan yang di dapatkan, ” papar pria yang sudah berdinas menjadi polisi sepanjang 34 th. ini.

About admin